Banyuroto Organic Community Dunianya Seputar Gerakan Pertanian Organik yang berkelanjutan di Desa Banyuroto Nanggulan
Selamat Datang
Minggu, 04 Januari 2015
Sabtu, 03 Januari 2015
Pengendali Hayati / Bio Pestisida Alami
Tumbuhan
penghasil pestisida nabati dibagi menjadi lima kelompok, yaitu:
- Kelompok tumbuhan insektisida nabati, adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan pestisida pengendali hama insekta. Contoh tumbuhan dari kelompok ini adalah: piretrium, aglaia, babadotan, bengkuang, bitung, jaringau, saga, serai, sirsak, srikaya.
- Kelompok tumbuhan antraktan atau pemikat, adalah tumbuhan yang menghasilkan suatu bahan kimia yang menyerupai sex pheromon pada serangga betina. Bahan kimia tersebut akan menarik serangga jantan, khususnya hama lalat buah dari jenis Bactrocera dorsalis. Contoh tumbuhan dari kelompok ini adalah: daun wangi dan selasih.
- Kelompok tumbuhan rodentisida nabati, adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan pestisida pengendali hama rodentia. Tumbuh-tumbuhan ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai penekan kelahiran (efek aborsi atau kontrasepsi) dan penekan populasi, yaitu meracuninya. Tumbuhan yang termasuk kelompok penekan kelahiran umumnya mengandung steroid, sedangkan yang tergolong penekan populasi biasanya mengandung alkaloid. Dua jenis tumbuhan yang sering digunakan sebagai rodentisida nabati adalah jenis gadung KB dan gadung racun.
- Kelompok tumbuhan moluskisida, adalah kelompok tumbuhan yang menghasilkan pestisida pengendali hama moluska. Beberapa tanaman menimbulkan pengaruh moluskisida, diantaranya: daun sembung, akar tuba, patah tulang dan tefrosia (kacang babi).
- Kelompok tumbuhan pestisida serba guna, adalah kelompok tumbuhan yang tidak berfungsi hanya satu jenis saja, misalnya insektisida saja, tetapi juga berfungsi sebagai fungisida, bakterisida, moluskisida, nematisida dan lainnya. Contoh tumbuhan dari keompok ini adalah: jambu mete, lada, mimba, mindi, tembakau dan cengkih.
Kenggulan tanam padi pola Jajar legowo
Sistem tanam
padi jajar legowo merupakan
cara tanam padi sawah dengan pola beberapa barisan tanaman yang
kemudian diselingi satu barisan kosong. Tanaman yang seharusnya
ditanam pada barisan yang kosong dipindahkan sebagai tanaman sisipan
di dalam barisan. Pada awalnya tanam jajar legowo umum diterapkan
untuk daerah yang banyak serangan hama dan penyakit. Pada baris
kosong, di antara unit legowo, dapat dibuat parit dangkal. Parit
dapat berfungsi untuk mengumpulkan keong mas, menekan tingkat
keracunan besi pada tanaman padi atau untuk pemeliharaan ikan kecil
(muda).
Namun kemudian, pola tanam ini berkembang untuk memberikan hasil yang lebih tinggi akibat dari peningkatan populasi dan optimalisasi ruang tumbuh bagi tanaman. Sistem tanam jajar legowo pada arah barisan tanaman terluar memberikan ruang tumbuh yang lebih longgar sekaligus populasi yang lebih tinggi.
Dengan sistem tanam ini, mampu memberikan sirkulasi udara dan pemanfaatan sinar matahari lebih optimal untuk pertanaman. Selain itu, upaya penanggulangan gulma dan pemupukan dapat dilakukan dengan lebih mudah. Beragamnya praktek jajar legowo di lapangan menuntut adanya buku acuan penerapan sistem tanam legowo yang benar mulai dari penanaman hingga pengambilan sampel ubinan, sehingga dalam pelaksanaannya benar-benar dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
Mengapa Harus Jajar Legowo?
Namun kemudian, pola tanam ini berkembang untuk memberikan hasil yang lebih tinggi akibat dari peningkatan populasi dan optimalisasi ruang tumbuh bagi tanaman. Sistem tanam jajar legowo pada arah barisan tanaman terluar memberikan ruang tumbuh yang lebih longgar sekaligus populasi yang lebih tinggi.
Dengan sistem tanam ini, mampu memberikan sirkulasi udara dan pemanfaatan sinar matahari lebih optimal untuk pertanaman. Selain itu, upaya penanggulangan gulma dan pemupukan dapat dilakukan dengan lebih mudah. Beragamnya praktek jajar legowo di lapangan menuntut adanya buku acuan penerapan sistem tanam legowo yang benar mulai dari penanaman hingga pengambilan sampel ubinan, sehingga dalam pelaksanaannya benar-benar dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
Mengapa Harus Jajar Legowo?
Selasa, 16 Desember 2014
Cara Membuat Pupuk Organik Jerami di Sawah
Prinsip
Bertani untung adalah penghematan biaya produksi, jika hemat biaya
produksi tetap - untung, jika produksi naik - semakin untung.
Dengan selalu menggunakan teknologi ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Semoga Para Sahabat Petani sudi memahami dan menghayati prinsip ini.
Salam lestari
Merugi..! Membakar Jerami di Sawah!
Jika jerami tidak diberikan untuk pakan ternak, dan atau dijual, janganlah dibakar! Dibanding keuntungannya, membakar jerami di sawah mempunyai kerugian dan dampak negatif bagi lahan dan ekosistem.
Pembakaran jerami, disadari atau tidak merugikan petani karena:
1. menimbulkan pencemaran udara serta berakibat pd penipisan lapisan ozon pelindung bumi
2. mengurangi ketersediaan bahan organik dalam tanah
3. mempercepat proses tanah/lahan menjadi kritis/tandus/sakit/tidak subur
3. pemakaian pupuk menjadi boros
3. membunuh mikroba tanah yg menguntungkan yg berada dilapisan olah tanah/top soil
4. menghilangkan potensi unsur hara makro & mikro yang bisa dipasok melalui jerami (N, P, K, Si dll)
Dengan selalu menggunakan teknologi ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Semoga Para Sahabat Petani sudi memahami dan menghayati prinsip ini.
Salam lestari
Merugi..! Membakar Jerami di Sawah!
Jika jerami tidak diberikan untuk pakan ternak, dan atau dijual, janganlah dibakar! Dibanding keuntungannya, membakar jerami di sawah mempunyai kerugian dan dampak negatif bagi lahan dan ekosistem.
Pembakaran jerami, disadari atau tidak merugikan petani karena:
1. menimbulkan pencemaran udara serta berakibat pd penipisan lapisan ozon pelindung bumi
2. mengurangi ketersediaan bahan organik dalam tanah
3. mempercepat proses tanah/lahan menjadi kritis/tandus/sakit/tidak subur
3. pemakaian pupuk menjadi boros
3. membunuh mikroba tanah yg menguntungkan yg berada dilapisan olah tanah/top soil
4. menghilangkan potensi unsur hara makro & mikro yang bisa dipasok melalui jerami (N, P, K, Si dll)
Senin, 15 Desember 2014
Banyuroto Organik-Banyuroto Organic Community, Komunitas Organik Banyuroto
Banyuroto Organik adalah sebuah komunitas petani organik yang dirintis Kelompok Tani Mina Darussalam Dusun Tawang Desa Banyuroto Kecamatan Nanggulan Kabupaten Kulon Progo yang ingin menerapkan dan berperan serta peduli akan pertanian
organik di Desa Banyuroto. Apa
itu pertanian organik?
Coba
kita bahas disini
Ada
dua pemahaman tentang pertanian organik yaitu dalam arti sempit dan
dalam arti luas. Pertanian organik dalam artian sempit yaitu
pertanian yang bebas dari bahan – bahan kimia. Mulai dari perlakuan
untuk mendapatkan benih, penggunaan pupuk, pengendalian hama dan
penyakit sampai perlakuan pascapanen tidak sedikiti pun melibatkan
zat kimia, semua harus bahan hayati, alami. Sedangkan pertanian
organik dalam arti yang luas, adalah sistem produksi pertanian
yang
mengandalkan bahan-bahan alami
dan
menghindari atau membatasi penggunaan bahan kimia sintetis (pupuk
kimia/pabrik, pestisida, herbisida, zat pengatur tumbuh dan aditif
pakan). Dengan tujuan untuk menyediakan produk – produk pertanian
(terutama bahan pangan) yang aman bagi kesehatan produsen dan
konsumen serta menjaga keseimbangan lingkungan dengan menjaga siklus
alaminya.
Konsep
awal pertanian organik yang ideal adalah menggunakan seluruh input
yang berasal dari dalam pertanian organik itu
sendiri, dan dijaga hanya minimal sekali input dari
luar atau sangat dibatasi. (FG Winarno 2002)
- Prinsip – Prinsip Pertanian Organik
Prinsip-prinsip
pertanian organik merupakan dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan
pertanian organik. Prinsip – prinsip ini berisi tentang sumbangan
yang dapat diberikan pertanian organik bagi dunia, dan merupakan
sebuah visi untuk meningkatkan keseluruhan aspek pertanian secara
global. Pertanian merupakan salah satu kegiatan paling mendasar bagi
manusia, karena semua orang perlu makan setiap hari. Nilai – nilai
sejarah, budaya dan komunitas menyatu dalam pertanian.
Prinsip-prinsip
ini diterapkan dalam pertanian dengan pengertian luas, termasuk
bagaimana manusia memelihara tanah, air, tanaman, dan hewan untuk
menghasilkan, mempersiapkan dan menyalurkan pangan dan produk
lainnya. Prinsip – prinsip tersebut menyangkut bagaimana manusia
berhubungan dengan lingkungan hidup, berhubungan satu sama lain dan
menentukan warisan untuk generasi mendatang.
Pertanian
organik didasarkan pada:
- Prinsip kesehatan
- Prinsip ekologi
- Prinsip keadilan
- Prinsip perlindungan
Langganan:
Postingan (Atom)




